Hari ini 26 Juni pukul 02.29 aku duduk didepan komputerku tapi, aku tak tau apa yang mau aku lakukan aku hanya ingin menuliskan apa yang terjadi padaku tapi aku tak tau dari mana aku harus memulainya mungkun karena perasaan hatiku saja yang sedang kalut yang membuatku ingin menulis kejadian demi kejadia yang terjadi padaku tapi tidak, ini adalah kata hati yang yang harus aku utarakan walau hanya berupa tulisan dan aku tidak tau apakan tulisan ini akan aku perlihatkan kepada orang lain dikalau aku mau orang tersebut mengetahuinya.
ini adalah sebuah kejadian yang tak mungkin aku lupakan karena tidak semua orang pernah merasakanya dan aku merasa beruntung karena pernah merasakannya, walau sakit yang aku rasakan. ini adalah sebuah kisah cintaku yang aku alami
dan mungkin ini adalah cinta pertamaku yang aku rasakan dalam hidupku, dikala aku jauh darinya aku merasa kalut dikala aku mengingat dirinya aku merasa resah tapi disaat aku mendengar suaranya dan berada didekatnya semua perasaan itu
hilang berlalu bagai terbawa angin yang berhembus dan hatiku merasa nyaman, tentram, dan betah berada disana.
tapi pada beberapa minggu yang lalu hatiku terluka, bagai tersayat pisau yang tajam, perih, sakit, sedih dan memaksa air mataku jatuh ke pipi. walau aku berusaha untuk menahanya tapi aku tetap tak bisa menghentikannya mengalir dan membasahi tanah dimana aku berpijak.
aku mengetahui bahwa dirinya bermain dibelakangku dan aku mengetahui bahwa dia telah menusukku dari belakang dan orang itu adalah sahabatku sendiri, sahabat terdekatku saat ini, tempat aku mengadu, tempat aku berbagi, tempat aku mencurahkan isi hatiku dan ia pun tau perasaanku pada kekasihku, tapi dia tak memperdulikanku.
tapi aku sadar bahwasanya cinta tidak dapat dipaksakan dan cinta tidak dapat dihindari karna cinta bisa datang dan pergi tanpa kita kehendaki dan tanpa kita sadari cinta itu. dan aku berusaha untuk menerimanya dengan Iklas tapi tak rela karena aku sangat mencintai kekasihku.
hari berganti dan mereka kelihatan begitu asik akan diri mereka berdua dan tidak menyadari apa yang telah terjadi pada diri dan perasaanku dan aku membiarkan semua itu dan berpura - pura tak tau akan apa yang telah terjadi pada mereka. dan aku berusaha untuk tetap diam karena aku menginginkan yang terbaik untuk kekasihku walau aku harus terluka. tapi ada suatu kejadia yang membuatku harus berterus terang, disaat aku menelpon kekasihku dan Nomornya di Non aktifkan karena diganti dengan nomor yang lain lalu aku menelpon ke nomor yang satunya dan iapun mengangkatnya dan berkata "Entar aja telponnya entar pulsanya habis nanti aku aja yang telpon karena Hp yang satunya lagi dipinjam oleh ayah" hatiku menangis tapi pikiranku tertawa karena mendengar alasan darinya yang menurutku itu suatu alasan yang sangat bodoh. gimana tidak dibilang bodong? sedangkan aku tau kalau ayahnya punya Hp sendiri dan dirumahnya ada telepon rumah dan aku sangat tau dengan kehidupan mereka, jadi sangat tidak mungkin kalau ayahnya yang meminjam Hpnya. Alasan yang bodoh buka! dan ia tak menyadari bahwa aku mengetahui ia sedang membohongiku dan aku tau kalau dia lagi menelpon sahabatku dan asik bercerita tentang diri mereka dan aku tetap bersabar dan membiarkan mereka terus membohongiku. tak lama berselang, sekita 10 menit ia pun menelponku dan aku mempertanyakan lagi hal tadi dan ia pun tetap pada jawaban yang telah ia berikan kepadaku.hatiku bergetar, emosi naik dan menimbulkan pikiran yang mengatakan aku harus mengakhiri obrolan ini dan aku pun berkata "uda dulu ya telponnya karena aku uda capek dan merasa ngantuk banget, besok aja kita sambung lagi" dan ia pun mengiyakan.
tapi, selang beberapa menit Hpku bergetar bertanda SMS masuk ke Hpku dan akupu membacanya "Iya, jangan gak mimpi indah aja ye" suatu kata - kata yang menambah sakit dihatiku dan akupun tak dapat lagi untuk menahannya,dan tanpa disadari jemariku bergerak dengan sendirinya dan menelpon kekasihku dan aku mengungkapkan semua perasaanku dan mengatakan semua yang telah aku ketahui antara dia, sahabatku dan apa yang telah terjadi pada diriku. ia pun menangis seakan menyesali perbuatannya dan akupun berusaha untuk menenangkannya,menjelaskan semuanya, memberinya maaf, dan memberinya pilihan yang menurutku memang harus dilakukannya dan aku pun berkata "Sekarang semua sudah jelas dan aku hanya ingi mendengarkan keputusan darimu, sekarang kau pilih aku atau dirinya?" dan ia pun menjawabnya "Iya, aku pilih kamu"dan aku pun menerima jawaban itu dan tidak membahasnya lebih dalam. tapi aku mengatakan padanya "Kalau memang kamu memilih aku kamu juga harus memberikan kepastian pada sahabatku dan jangan pernah memberinya harapan karena aku tak ingin melihat sahabatku terhanyut dalam harapan itu" ia pun mengiyakannya dan kami jalani hari - hari berdua lagi seperti biasa tanpa sahabatku.
Tapi, satu minggu kemudia aku melihat ada yang berubah dengan kekasihku, dia kelihatan bosan dengan diriku dan ia seakan menemukan kekurangan - kekurangan pada diriku yang ia temukan didalam diri sahabatku dan aku mengetahui itu. hatiku bergetar, jantungku berdetak kencang dan pikiranku terus berputar memikirkan hal itu dan aku pun membuat pemikiran yang bertentamngan dengan apa yang aku rasakan tapi aku harus melakukan itu karena aku sangat menyayangi kekasihku.
aku terus berusaha menyelidiki dan menyelidiki semua kebenaran yang terjadi, aku berusah memahami, mengerti, dan mengambil sebuah kesimpula yang aku anggap benar untuk diriku bahwa mereka saling mencintai dan aku pun berusaha untuk menyatukan mereka. tapi mereka tetap tak mau berterus terang kepadaku, mereka mesih tetap bermain dibelakangku dan aku pun tak sanggup lagi menahan semua ini dan aku pun harus melakukan sebuah tidakan agar mereka mau berterus terang kepadaku dan rencana mulai aku susun agar mereka mau berterus terang. usahaku berhasil, sahabatku telah berterus terang jadi aku tinggal menunggu kepastian dari kekasihku.
hari berlalu dan aku belum mendapatkan kepastian itu. pikiranku keruh, semangatku layu, akupun mulai lelah dan terus mencari tempat mengadu, hingga siang itu aku pun mencari sahabat lamaku yang memang selalu mengerti aku dan akupun bercerita kepadanya. kata demi kata aku keluarkan, masukan demi masukan aku dapatkan dan pada akhirnya akupun berfikir untuk menyelesaikan masalah ini secepatnya dan akupun langsung pergi bersama sahabatku karena aku tahu bahwa mereka akan pergi nonton hari ini. sesampai di Bioskop paporitnya akupun melirik setiap sudut ruangan dan aku tak menemukan mereka hingga hatiku mulai sedikit putus asa lalu berhenti mencari mereka dan kami pun berencana pulang karena ada kerjaan lain yang harus kami lakukan. kami menuju kawasan parkir, mengambil motor dan terus pulang.
kami berjalan, tapi pikiranku mesih tertuju pada mereka dan mengatakan dimana mereka berada, akupun tersadar kalau ada satu lagi bioskop yang pernah mereka ceritakan dan kami menghampiri bioskop itu dan menemukan mereka sedang duduk mesrah berduaan sambil berpegangan tangan dan aku menghampiri mereka. "hai" sapaku, mereka kelihatan kaget karena tak menduga kalau aku akan menemui mereka.
kata demi kata aku keluarkan, penjelasan demi penjelasan aku dapatkan tapi aku tau penjelasan itu sungguh tak masuk akal dan alasan yang mereka berikan itu hanyalah sebuah pembelaan agar nama mereka tidak membusuk dan akupun tak membahasnya lebih dalam karena aku hanya butuh kepastian dan akupun telah mendapatkannya dan itu pun sudah cukup mengakhiri cerita ini. kekasihku memilih sahabatku dan kisah kami pun selesai dan takkan pernah terulang.